Wisata : BANYUSUMURUP Sentra Kerajinan Keris

- Sabtu, Februari 25, 2017

Wisata : BANYUSUMURUP Sentra Kerajinan Keris

 
Menikmati proses pembuatan beragam aksesoris keris merupakan rencana paling tepat sesudah melihat beragamn koleksi keris serta proses menghias keris. Kamu akan makin mendapatkan gambaran lengkap ihwal bagaimana keris serta aksesorisnya diproduksi. Desa Banyusumurup merupakan lokasi tempat kamu mampu menikmatinya, sebuah desa yng sejak tahun 1950-an berkembang menjadi pusat kerajinan aksesoris keris.
Desa Banyusumurup memproduksi warangka ataupun sarung keris serta pendok ataupun bagian tangkai keris yng berfungsi menjdai pegangan. Wilayah ini mampu dijangkau yang dengannya berjalan lurus ke selatan dari perempatan Terminal Giwangan serta lantas mengambil lajur kanan sesudah hingga di pertigaan menuju makam Imogiri. Kamu mesti menempuhnya yang dengannya kendaraan pribadi ataupun taksi, karena tidak ada angkutan umum semisal bis yng melewatinya.
Suasana sejuk pedesaan akan segera menyapa sesudah kamu hingga di wilayah ini. Walau sudah berkembang menjdai desa kerajinan, suasana desa ini masih semisal desa pada biasanya, tidak tidak sedikit papan penunjuk semisal halnya di desa Kasongan. Sebagian besar pengrajin memproduksi aksesoris keris dalam skala keluarga serta sampai-sampai kini belum berkembang sanggar ataupun merek khusus aksesoris keris. Akan tetapi, ada satu yng terkenal, yakni milik Pak Jiwo.
Di kediaman Pak Jiwo, kamu mampu menyaksikan proses pembuatan warangka keris yng biasanya dibuat dari bahan lempengan kuningan. Hampir percis semisal proses menatah keris, pembuatan warangka pula mempergunakan alat-alat yng simpel, berupa palu, paku tatah serta alas yng pula terbuat dari bahan aspal. Prosesnya mampu dikatakan lebih simpel dari membuat hiasan keris karena tidak butuh melebur bahan berlebi dahulu.
Lempengan kuningan menjdai bahan baku berlebi dahulu dibuat bentukan sarung keris lantas dipatri. Selanjutnya, bagi atau bisa juga dikatakan untuk membantu proses penatahan, sarung keris yng masih polos dilekatkan pada permukaan alas yng terbuat dari aspal. Proses penatahan pun dimulai sesuai motif yng ingin dibuat. Pengrajin menuturkan pada YogYES, umumnya warangka didominasi yang dengannya gambaran bunga-bunga.
Selesai ditatah, warangka lantas memasuki tahap finishing. Pada tahap ini, warangka yng sudah ditatah dipertegas bentuknya yang dengannya mempergunakan batang besi. Agar warna lebih cerah, warangka dipoles yang dengannya larutan yng bersifat asam. Dahulu, tidak sedikit pengrajin mempergunakan air jeruk bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencerahkan warna, akan tetapi kini lebih tidak sedikit pengrajin yng mempergunakan larutan HCl karena lebih praktis.
Andai kamu berjalan ke rumah-rumah produksi aksesoris lain, kamu pula mampu melihat proses pembuatan pendok. Biasanya, tidak sedikit pendok terbuat dari kayu asem yang dengannya dua bentuk, gaya Solo yng lebih besar serta lengkung serta gaya Yogyakarta yng lebih kecil. Ada juga yng membuat tangkai keris yng didesain beragam, mulai dari figur binatang semisal singa serta naga sampai-sampai figur kita-kita. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk menghasilkannya, kayu-kayu itu diukir sesuai desain yng dimau-kan.
Berbeda yang dengannya para pengrajin di kampung Serangan yng masih cenderung mengandalkan pesanan, pengrajin aksesoris keris di Banyusumurup selalu memproduksi aksesoris baru setiap harinya. Era YogYES bertanya pada salah seorang pegawai di kediaman Pak Jiwo, rata-rata satu orang bisa atau mampu memproduksi minimal 2 warangka per harinya.
Kunjungilah, kamu akan bisa melihat beragam warangka, pendok serta aksesoris keris lain-lainnya dalam rancangan yng beragam.
Sumber : http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/neighborhood/desa-banyusumurup/

Source Article and Picture : www.kulinerwisata.com

Seputar Wisata : BANYUSUMURUP Sentra Kerajinan Keris

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Wisata : BANYUSUMURUP Sentra Kerajinan Keris