Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram
Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram | Referensi terbaru di 2017 via web Wisata Kuliner Di Daerah. Rekomendasi konten lengkap terbaik. - Wisata Kuliner Di Daerah. Artikel ini di beri judul Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram. Konten ini untuk anda pembaca setia https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.com/. Bagikan juga postingan Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram terbaru ini ke media kalian. Supaya blog seputar Wisata Kuliner Di Daerah dan website terkait serta kamu mendapat manfaat dari info ulasan Wisata Kuliner Di Daerah di 2017 ini. Langsung saja baca dan simak mengenai Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram di bawah ini dari situs web Wisata Kuliner Di Daerah.Seputar Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram
Terima kasih telah membaca Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram. Semoga pos dari situs web Wisata Kuliner Di Daerah berguna dan memberi manfaat. Baik untuk anda dan buat website Wisata Kuliner Di Daerah. Silakan berbagi ulasan Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram tadi ke situs web media anda. Bagikan artikel dari Wisata Kuliner Di Daerah melalui media sosial yang ada di bawah. Dan kunjungi Daftar Isi Blog Wisata Kuliner Di Daerah untuk mendapat info lengkap terbaru 2017. Lalu baca pembahasan selain dari : Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram yang lebih terupdate lengkap dan free. Atau simak artikel gratis terkait dari situs web Wisata Kuliner Di Daerah di bawah. Demikan dan sekian tentang Kuliner 53 - Sate Bulayak, Mataram. Dan Assalamualaikum pembaca Wisata Kuliner Di Daerah.
Advertisement
Satu dari sekian banyaknya tempat nongkrong malam hari di kota Mataram ini merupakan Taman Kota yng terdapat atau terletak di Jl. Udayana. Taman Kota ini selalu penuh pengunjung apalagi di malam minggu, namun disaat saya kesana hujan baru saja berlalu menjadikan suasana taman itu relatif sepi. Aneka macam penjaja makanan serta minuman mendirikan tenda sepanjang taman kota ini, serta yng paling tidak sedikit serta menonjol merupakan penjaja Sate Bulayak. Bulayak sendiri sebenarnya diambil dari nama lontong khas yng mendampingi hidangan satenya. Bulayak ini mirip yang dengannya lontong biasa, namun lebih mungil yang dengannya bentuk mengerucut. Dibungkusnya pun tak mempergunakan daun pisang namun mempergunakan daun aren yang dengannya lilitan berbentuk spiral menjadikan bagi atau bisa juga dikatakan untuk membukanya Perlu yang dengannya gerakan memutar. Sensasi yng diberikan bulayak ini pula berbeda, teksturnya yng lembut dan gurihnya (yng katanya lantaran penggunaan daun aren menjdai bungkusnya) memanglah mampu diberikan acungan jempol. Apalagi andai dicocol yang dengannya bumbu kacang yng adalah bumbu satenya.